Portalandalas.com - Kolesterol adalah senyawa lemak yang secara alami dihasilkan oleh organ hati (liver). Zat ini memiliki fungsi penting bagi tubuh, mulai dari membantu pembentukan sel, memproduksi hormon, hingga mendukung sintesis vitamin D.
Karena tidak dapat larut dalam air, kolesterol tidak bisa beredar sendiri di dalam darah. Untuk itu, tubuh memerlukan bantuan lipoprotein sebagai “kendaraan” pengangkutnya. Lipoprotein merupakan gabungan antara lemak dan protein yang berperan membawa kolesterol serta lipid lain ke seluruh aliran darah. Meski dibutuhkan tubuh, kadar kolesterol yang terlalu tinggi justru dapat memicu gangguan kesehatan serius.
Agar lebih memahami risiko kolesterol berlebih, Portal Andalas merangkum sejumlah gejala serta langkah penanganan kolesterol tinggi berikut ini.
1. Gejala kolesterol tinggi
Kolesterol tinggi umumnya tidak menimbulkan tanda-tanda khusus. Inilah sebabnya banyak orang baru mengetahui kondisi tersebut setelah muncul komplikasi berat, seperti serangan jantung atau stroke. Kondisi ini terjadi akibat penumpukan kolesterol yang menyumbat pembuluh darah, sehingga aliran darah menjadi tidak lancar.
Sebagai langkah pencegahan, pemeriksaan darah secara rutin sangat dianjurkan untuk mengetahui apakah kadar kolesterol masih dalam batas normal atau sudah meningkat. Orang dewasa disarankan memeriksa kolesterol setiap 4–6 tahun sejak usia 20 tahun. Sementara itu, anak-anak dianjurkan melakukan tes kolesterol pada usia 9–11 tahun dan mengulanginya pada usia 17–20 tahun.
2. Penanganan kolesterol tinggi
Kadar kolesterol yang meningkat perlu ditangani dengan langkah yang tepat. Perubahan gaya hidup menjadi kunci utama, salah satunya dengan rutin berolahraga.
Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu menurunkan kolesterol tinggi:
Olahraga rutin
Aktivitas fisik secara teratur dapat meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik) dalam tubuh. Tidak perlu olahraga berat, cukup lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari untuk menjaga kebugaran dan kesehatan jantung.
Pola makan sehat
Menjaga asupan makanan juga sangat penting. Perbanyak konsumsi makanan tinggi serat seperti buah, sayuran, kacang-kacangan, serta ikan. Ikan mengandung asam lemak omega-3 yang bermanfaat membantu menurunkan kadar trigliserida.
Makanan yang perlu dibatasi
Hindari konsumsi berlebihan daging merah, jeroan, kuning telur, produk susu tinggi lemak, keju, makanan cepat saji, serta makanan yang digoreng. Sebagai alternatif, pilih metode pengolahan makanan seperti direbus, dikukus, atau dipanggang.
Jika perubahan gaya hidup belum memberikan hasil optimal, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Dokter dapat meresepkan obat penurun kolesterol sesuai kondisi, usia, serta faktor risiko yang dimiliki pasien.
3. Kolesterol pada anak
Kolesterol tinggi tidak hanya dialami orang dewasa, anak-anak pun berisiko mengalaminya. Selain pola hidup tidak sehat, faktor genetik juga berperan besar, terutama jika terdapat riwayat diabetes atau kolesterol tinggi dalam keluarga.
Pemeriksaan kolesterol biasanya mencakup pengukuran LDL, HDL, trigliserida, dan kolesterol total melalui tes darah.
HDL (High-Density Lipoprotein)
HDL dikenal sebagai kolesterol baik yang berfungsi membantu membersihkan kolesterol jahat dari pembuluh darah.
LDL (Low-Density Lipoprotein)
LDL disebut kolesterol jahat karena kadar yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.
HDL, LDL, dan trigliserida merupakan jenis lemak yang beredar dalam darah dan membentuk total kolesterol tubuh.
Secara umum, kadar kolesterol normal adalah sebagai berikut:
LDL: kurang dari 100 mg/dL
HDL: 60 mg/dL atau lebih
Trigliserida: kurang dari 150 mg/dL
Kolesterol total: kurang dari 200 mg/dL
Semakin tinggi kadar HDL, kondisi kolesterol tubuh cenderung lebih baik. Sebaliknya, jika LDL, trigliserida, dan kolesterol total melebihi batas normal, maka kolesterol tergolong tinggi dan berpotensi membahayakan kesehatan.

