Jangan Anggap Sepele! Ini Tanda Sistem Kekebalan Terlalu Lemah atau Terlalu Aktif

Menu Atas

Jangan Anggap Sepele! Ini Tanda Sistem Kekebalan Terlalu Lemah atau Terlalu Aktif

Portal Andalas
Minggu, 28 Desember 2025
Bagikan:

Portalandalas.com - Pada dasarnya, sistem kekebalan tubuh berfungsi melindungi kita dari penyakit serta membantu proses pemulihan. Namun, dalam kondisi tertentu, sistem imun dapat mengalami gangguan—mulai dari melemah, bekerja kurang optimal, terlalu aktif, hingga keliru menyerang jaringan tubuh sendiri. Gangguan pada sistem kekebalan tubuh dapat memicu berbagai keluhan, reaksi alergi, hingga penyakit yang berlangsung lama. Berikut sejumlah tanda yang bisa muncul ketika sistem imun sedang bermasalah: Mata kering dan terasa tidak nyaman Mata yang terasa kering, merah, atau seperti kemasukan pasir dapat menjadi salah satu sinyal gangguan sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini kerap dialami penderita penyakit autoimun seperti sindrom Sjögren, di mana sistem imun menyerang kelenjar penghasil air mata. Akibatnya, penglihatan bisa menjadi kabur dan berisiko menimbulkan kerusakan pada kornea. Ruam pada kulit Ruam kulit yang gatal, seperti eksim, merupakan bentuk reaksi alergi akibat sistem imun yang bekerja terlalu aktif. Sementara itu, psoriasis dan artritis psoriatik terjadi ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang sel kulit sendiri, memicu peradangan yang menimbulkan bercak merah, bersisik, nyeri, atau plak. Gangguan suasana hati dan depresi Masalah pada sistem kekebalan tubuh juga dapat memengaruhi kesehatan mental. Sistem imun yang terganggu dapat melepaskan zat inflamasi bernama sitokin ke otak, yang berdampak pada penurunan kadar serotonin—zat kimia yang berperan dalam menjaga suasana hati. Kabar baiknya, aktivitas fisik seperti olahraga dapat membantu meningkatkan serotonin, mengurangi peradangan, dan meringankan gejala depresi. Gangguan pencernaan Keluhan pada saluran pencernaan seperti diare, nyeri perut, perut kembung, hingga penurunan berat badan bisa menjadi tanda penyakit yang dipicu oleh gangguan sistem imun. Beberapa kondisi yang terkait antara lain penyakit Crohn, kolitis ulserativa, dan penyakit celiac. Kerontokan rambut Pada kondisi tertentu, sistem kekebalan tubuh dapat menyerang folikel rambut dan merusaknya, sehingga menyebabkan alopecia areata. Kerontokan rambut biasanya terjadi dalam bentuk bercak-bercak kecil di kulit kepala atau bagian tubuh lainnya. Gangguan imun seperti psoriasis pada kulit kepala juga dapat memicu kerontokan rambut yang tidak merata. Luka yang sulit sembuh Sistem imun yang sehat akan merespons luka dengan cepat dan mengirimkan nutrisi untuk mempercepat proses penyembuhan. Jika luka kecil seperti goresan, sayatan, atau luka bakar membutuhkan waktu lama untuk sembuh, hal ini bisa menandakan sistem kekebalan tubuh bekerja kurang optimal. Mudah terserang penyakit Sering mengalami infeksi, seperti pilek atau flu berulang, juga dapat menjadi indikasi sistem imun yang lemah. Tanda lainnya termasuk infeksi telinga berulang, sinusitis kronis, pneumonia lebih dari satu kali dalam setahun, atau kebutuhan antibiotik yang terlalu sering. Kelelahan berlebihan Merasa lelah setelah beraktivitas merupakan hal wajar. Namun, jika kelelahan terjadi terus-menerus meski sudah cukup tidur, bisa jadi sistem kekebalan tubuh sedang bermasalah. Kelelahan ekstrem atau fatigue dapat membuat seseorang kesulitan melakukan aktivitas ringan dan sering kali dipicu oleh peradangan akibat sistem imun yang terlalu aktif.

Baca Juga