Kabar duka menyelimuti dunia kesehatan. Seorang dokter internship dari Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, dr Myta Aprilia Azmy, dilaporkan wafat dan kasus ini menarik perhatian publik. Kepergian almarhumah diduga berkaitan dengan tingginya beban kerja selama menjalani masa tugas di RSUD K.H. Daud Arif Kuala Tungkal.
Informasi tersebut terungkap melalui surat resmi yang dikeluarkan oleh Ikatan Alumni FK Unsri kepada Menteri Kesehatan RI. Dalam surat itu dijelaskan bahwa dokter internship menghadapi jadwal kerja yang sangat padat, termasuk tugas jaga di bangsal dan IGD tanpa jeda libur hingga tiga bulan. Selain itu, mereka juga disebut menjalankan tugas tanpa pengawasan dokter tetap, yang dinilai tidak sesuai aturan.
Lebih lanjut, almarhumah dilaporkan tetap diminta bekerja meskipun sedang dalam kondisi tidak sehat, seperti mengalami sesak napas berat dan demam tinggi. Bahkan, disebutkan bahwa kadar oksigen dalam tubuhnya sempat menurun sebelum akhirnya memperoleh penanganan medis yang memadai.
Ikatan Alumni FK Unsri juga menyoroti adanya dugaan kelalaian dalam pelayanan klinis serta praktik perundungan secara verbal terhadap dokter internship. Sikap yang meremehkan tenaga medis muda dinilai turut memperburuk tekanan mental yang mereka alami.
Menanggapi peristiwa ini, pihak alumni mendesak Kementerian Kesehatan untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan dan pengawasan dokter internship di rumah sakit tersebut.
