Rapat ini turut dihadiri Ketua Forum Kota Jambi Sehat , Sekretaris Daerah , Ketua Panitia HCS , Kepala Dinas Kesehatan , Kepala Bapperida , serta jajaran OPD terkait.
Forum berskala nasional yang dijadwalkan berlangsung pada September atau Oktober 2026 ini mengusung tema “Health City: Green, Smart, Resilient and Happiness”. Rapat tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan kesiapan Kota Jambi sebagai tuan rumah sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam mewujudkan kota yang sehat, aman, dan berkelanjutan.
sendiri merupakan agenda dua tahunan yang menjadi wadah berbagi inovasi dan praktik terbaik antar daerah dalam pembangunan kota sehat. Penunjukan Kota Jambi sebagai tuan rumah tidak lepas dari berbagai prestasi, seperti penghargaan dan .
Dalam keterangannya, Wali Kota Maulana menyebut rapat ini sebagai langkah awal mempersiapkan ajang bergengsi tingkat nasional hingga internasional. Ia menyebut kegiatan tersebut akan dihadiri ratusan kabupaten/kota se-Indonesia serta perwakilan dari luar negeri.
Diperkirakan lebih dari 2.000 peserta akan hadir, terdiri dari kementerian dan lembaga seperti , , , , hingga organisasi internasional seperti . Selain itu, kepala daerah, akademisi, LSM, dan sektor swasta juga akan ikut berpartisipasi.
Untuk menyukseskan penyelenggaraan, Pemkot Jambi menetapkan tiga fokus utama dalam HCS 2026, yaitu:
- Green (Lingkungan): pengelolaan sampah dan limbah, pengembangan TPA, IPAL komunal, hingga program Kampung Bahagia berbasis masyarakat.
- Smart (Cerdas): inovasi teknologi seperti layanan darurat 112 dan pemasangan CCTV di tingkat RT.
- Resilient (Tangguh): kesiapsiagaan menghadapi bencana, peningkatan kapasitas damkar, penanganan banjir, pembangunan drainase, serta penguatan infrastruktur seperti kawasan Kajang Lako.
Selain agenda utama, peserta juga akan diajak mengikuti city tour ke sejumlah destinasi unggulan, mulai dari kawasan Kota Tua, , Banjuran Budayo, sentra batik, Talang Gulo, hingga situs bersejarah .
Wali Kota Maulana juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pelaku usaha, UMKM, sektor perhotelan, kuliner, dan komunitas lokal untuk berperan aktif menyukseskan kegiatan ini. Ia menegaskan momentum ini menjadi kesempatan besar memperkenalkan Kota Jambi ke tingkat nasional dan internasional.
Sementara itu, Ketua Panitia Jaelani menegaskan bahwa keberhasilan program kota sehat sangat ditentukan oleh komitmen pimpinan daerah, kolaborasi lintas sektor, serta partisipasi masyarakat. Ia menilai Kota Jambi telah menunjukkan progres positif melalui sinergi antara pemerintah dan berbagai pihak.
Menurutnya, selain kepemimpinan yang kuat, peran masyarakat sebagai aktor utama sangat penting, terutama melalui edukasi pola hidup sehat di lingkungan keluarga, sekolah, dan tempat kerja.
Pelaksanaan HCS ke-7 di Kota Jambi diharapkan mampu memperkuat kerja sama antar daerah, meningkatkan kolaborasi lintas sektor, serta mempercepat penerapan program kota sehat yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, ajang ini diharapkan menjadi tonggak penting bagi Kota Jambi dalam mewujudkan kota yang sehat, modern, inovatif, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
