Tak Bisa Santai! Pemuda Jambi Harus Adaptif di Tengah Gempuran Digitalisasi

Menu Atas

Tak Bisa Santai! Pemuda Jambi Harus Adaptif di Tengah Gempuran Digitalisasi

Portal Andalas
Selasa, 14 April 2026
Bagikan:

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi mendorong penguatan peran organisasi kepemudaan agar mampu menjadi wadah bagi generasi muda untuk lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk dalam menghadapi tantangan di bidang industri dan teknologi.

Sekretaris Daerah Pemprov Jambi, Sudirman, di Jambi, Sabtu, menyampaikan bahwa organisasi kepemudaan perlu terus diperkuat agar tetap relevan dan menjadi ruang berkembang bagi anak muda di masa depan.

Ia menjelaskan, salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah melakukan penyegaran atau rejuvenasi organisasi. Langkah ini tidak hanya sebatas pembaruan administrasi, tetapi juga mencakup regenerasi kepemimpinan, pembaruan program kerja, serta penguatan nilai-nilai dasar organisasi.

Selain itu, organisasi kepemudaan diharapkan mampu melakukan evaluasi secara jujur dan terbuka agar tetap selaras dengan dinamika perubahan zaman yang berlangsung cepat.

Sudirman juga mengungkapkan bahwa Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Jambi saat ini berada di angka 62,96, sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 62,88. Capaian ini mencerminkan potensi besar generasi muda di Jambi sekaligus menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan kepemudaan.

Menurutnya, pemuda saat ini tidak cukup hanya mengandalkan pendidikan formal. Diperlukan kemampuan tambahan seperti literasi digital, kerja sama tim, kreativitas, serta kemampuan memecahkan masalah agar mampu bersaing di tengah perubahan ekonomi yang dipengaruhi digitalisasi.

Pemprov Jambi juga berkomitmen mendukung kemandirian generasi muda melalui berbagai program, termasuk pelatihan kecakapan hidup (life skill). Selain itu, pemerintah menyediakan dukungan permodalan bagi pelaku UMKM dan usaha rintisan guna meningkatkan daya saing pemuda.

Sejalan dengan itu, Ketua DPRD Provinsi Jambi, Muhammad Hafiz, menegaskan pentingnya penguasaan teknologi dan semangat kewirausahaan. Ia menilai pemuda harus bersikap progresif dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global serta potensi meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja.

Baca Juga