Masuk Usia 70? Ini Kebiasaan yang Diam-Diam Merusak Tubuh dan Pikiran

Menu Atas

Masuk Usia 70? Ini Kebiasaan yang Diam-Diam Merusak Tubuh dan Pikiran

Portal Andalas
Jumat, 20 Maret 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Memasuki usia 70 tahun ke atas pada dasarnya bukan berarti seseorang harus memperlambat hidup atau kehilangan semangat. Justru, berbagai studi menunjukkan bahwa kualitas hidup di masa lanjut sangat ditentukan oleh kebiasaan sehari-hari. Tak sedikit orang yang tetap tampak bugar, aktif, dan bahagia di usia senja karena berani meninggalkan kebiasaan lama yang sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi tubuh dan pikiran. Sebaliknya, kebiasaan kecil yang terus dipertahankan bisa mempercepat penurunan energi, suasana hati, hingga fungsi kognitif. Mengacu pada Global English Editing (Selasa, 3/2), berikut beberapa kebiasaan yang sebaiknya mulai ditinggalkan agar usia 70-an tetap terasa sehat, muda, dan bermakna: **Sering begadang** Kebiasaan tidur larut malam yang mungkin sudah dilakukan sejak muda perlu dipertimbangkan kembali di usia lanjut. Gangguan ritme sirkadian pada lansia dapat mempercepat kelelahan fisik serta menurunkan daya ingat. Studi dalam *Sleep Medicine Reviews* juga menunjukkan bahwa kualitas tidur yang buruk berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan kognitif dan suasana hati. Contohnya, begadang menonton TV hingga larut membuat tubuh lemas keesokan harinya. **Kurang bergerak** Sebagian orang menganggap usia tua sebagai alasan untuk banyak beristirahat. Padahal, minim aktivitas fisik justru mempercepat penurunan kekuatan otot dan stamina. Jurnal *The Lancet Healthy Longevity* menegaskan bahwa aktivitas ringan seperti berjalan kaki atau senam lansia dapat meningkatkan kualitas hidup dan menjaga kemandirian. Rutin jalan pagi, misalnya, bisa membuat tubuh lebih segar dan tidur lebih nyenyak. **Pola makan yang tidak lagi sesuai** Kebiasaan konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak jenuh sering terbawa hingga usia lanjut, padahal kebutuhan nutrisi telah berubah. Penelitian dalam *Nutrients Journal* menyebutkan bahwa pola makan seimbang yang kaya serat, protein, dan antioksidan membantu menjaga fungsi otak dan otot. Mengganti camilan manis dengan buah segar, misalnya, bisa memberikan energi tanpa lonjakan gula darah. **Terlalu terpaku pada masa lalu** Mengenang masa lalu memang hal yang wajar, tetapi jika berlebihan bisa menghambat kebahagiaan saat ini. Dalam psikologi, kondisi ini dikenal sebagai ruminasi yang berhubungan dengan penurunan kesehatan mental. Studi dalam *Journal of Aging and Mental Health* menunjukkan bahwa terlalu sering memikirkan masa lalu dapat meningkatkan risiko depresi. Misalnya, terus menyesali keputusan lama bisa membuat hari terasa berat. **Mengabaikan pemeriksaan kesehatan** Merasa tubuh baik-baik saja sering menjadi alasan untuk menunda pemeriksaan kesehatan. Padahal, banyak penyakit di usia lanjut berkembang tanpa gejala awal. Penelitian dalam *BMJ Open* menegaskan bahwa pemeriksaan rutin penting untuk deteksi dini dan meningkatkan harapan hidup. Contohnya, cek tekanan darah atau gula darah secara berkala dapat mencegah komplikasi serius. **Menjauh dari teknologi** Sebagian lansia memilih menghindari teknologi karena dianggap rumit. Padahal, teknologi justru dapat membantu menjaga koneksi sosial dan melatih fungsi kognitif. Studi dalam *Gerontology* menyebutkan bahwa penggunaan teknologi sederhana seperti video call dapat mengurangi rasa kesepian. Misalnya, belajar menggunakan ponsel untuk berkomunikasi dengan keluarga bisa membuat hari-hari terasa lebih menyenangkan.

Baca Juga