Skema Baru MBG Saat Puasa: Sekolah Muslim Menu Kering, Non-Muslim Tetap Normal

Menu Atas

Skema Baru MBG Saat Puasa: Sekolah Muslim Menu Kering, Non-Muslim Tetap Normal

Portal Andalas
Selasa, 03 Februari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap dilaksanakan selama bulan Ramadan 2026. Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah, awal Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada 18 Februari 2026. Dengan demikian, rentang waktu antara awal Ramadan hingga Idulfitri berlangsung sekitar satu bulan, sejalan dengan durasi ibadah puasa yang umumnya berlangsung selama 29 atau 30 hari. Belakangan, warganet di media sosial ramai membahas pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) yang menegaskan bahwa program MBG tetap berjalan selama Ramadan, dengan sejumlah penyesuaian dalam bentuk menu. Melalui unggahan akun Instagram @undercover.id pada Selasa, 3 Februari 2026, Zulhas menyampaikan bahwa distribusi MBG saat Ramadan akan disesuaikan berdasarkan kategori penerima manfaat. “Resmi, makanan kering jadi menu MBG saat Ramadan 2026,” tulis akun tersebut. Lalu, seperti apa mekanisme pelaksanaan MBG di sekolah selama Ramadan 2026, khususnya bagi siswa muslim? Berikut rangkumannya. Zulhas: Siswa Muslim Dapat Menu Kering Zulhas menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan skema khusus agar pelaksanaan MBG tetap berjalan tanpa mengganggu ibadah puasa Ramadan. Salah satu bentuk penyesuaiannya adalah pada jenis makanan yang diberikan. Untuk sekolah yang mayoritas siswanya beragama Islam dan menjalankan puasa, menu MBG akan diberikan dalam bentuk makanan kering. “Kita sudah putuskan, MBG tetap berjalan di bulan Ramadan. Anak-anak sekolah tetap masuk, dan diberikan makanan dalam bentuk kering,” jelas Zulhas. “Untuk siswa muslim yang berpuasa, diberikan makanan kering,” tambahnya. MBG untuk Ibu Hamil, Balita, dan Non-Muslim Tetap Normal Zulhas juga menegaskan bahwa program MBG bagi ibu hamil dan balita tetap berjalan seperti biasa selama Ramadan 2026. Artinya, menu yang diberikan tetap berupa makanan siap santap. Hal yang sama berlaku untuk sekolah non-muslim, yang tetap menerima MBG tanpa perubahan skema. “Balita tidak berpuasa, jadi pelaksanaannya tetap seperti biasa,” ujar Zulhas. Selain itu, untuk lingkungan pesantren, pemerintah menyiapkan pola distribusi khusus, yakni MBG diberikan pada sore hari atau menjelang waktu berbuka puasa. “MBG di bulan puasa tetap berjalan. Pondok pesantren waktunya digeser ke sore hari, sekolah non-muslim tetap seperti biasa, ibu hamil dan balita juga tetap seperti biasa,” terang Zulhas. “Untuk sekolah umum yang siswanya muslim, makanannya diganti menjadi makanan kering,” lanjutnya. Kepala BGN: Fokus Cegah Stunting Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bahwa MBG memiliki tujuan utama untuk mencegah stunting di Indonesia. Karena itu, sasaran program MBG tidak hanya siswa sekolah, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, termasuk selama bulan Ramadan 2026. Menurutnya, langkah ini penting untuk mendukung target pemerintah dalam menekan angka stunting nasional serendah mungkin. “Di hari libur, di bulan Ramadan, program tetap berjalan karena target utama kami adalah ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita,” ujar Dadan. Ia menambahkan bahwa masa tersebut merupakan periode emas (golden time period) dalam tumbuh kembang anak. “Karena masa emasnya sangat singkat. Di situlah stunting dicegah dan perkembangan otak anak berlangsung,” pungkasnya.

Baca Juga