Kenapa Tidak Dianjurkan Tidur Setelah Sahur? Ini Fakta Medisnya

Menu Atas

Kenapa Tidak Dianjurkan Tidur Setelah Sahur? Ini Fakta Medisnya

Portal Andalas
Jumat, 20 Februari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Fajar Ramadan membawa momen sahur sebagai sumber energi untuk menjalani hari. Namun setelah suapan terakhir, sebaiknya tubuh tidak langsung diajak beristirahat. Saat kita tertidur, sistem pencernaan masih terus bekerja menuntaskan prosesnya. Berbaring segera setelah makan dapat membuat proses cerna menjadi lebih lambat. Makanan akan bertahan lebih lama di lambung, sehingga risiko sembelit meningkat, apalagi ketika asupan cairan berkurang selama berpuasa. Kalori yang tidak terbakar pun berpotensi tersimpan dan perlahan memicu kenaikan berat badan. Tak hanya itu, kebiasaan tidur setelah makan juga bisa memicu gangguan asam lambung atau GERD. Asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan sehingga menimbulkan sensasi panas di dada dan tenggorokan yang tentu mengganggu kenyamanan saat beribadah. Ramadan sejatinya adalah momentum untuk menahan diri sekaligus menjaga keseimbangan tubuh. Berikan waktu jeda setelah sahur, lakukan aktivitas ringan, dan biarkan sistem pencernaan bekerja dengan optimal agar puasa tetap sehat dan ibadah dapat dijalani dengan khusyuk hingga waktu berbuka tiba.

Baca Juga