Portalandalas.com - Tanaman hias dikenal cukup peka terhadap kondisi lingkungan tempat tumbuhnya, mulai dari media tanam, intensitas cahaya, suhu udara, hingga pola penyiraman. Namun, tidak banyak orang menyadari bahwa jenis air yang digunakan untuk menyiram tanaman juga sangat berpengaruh terhadap kesehatannya.
Air keran umumnya mengandung mineral tertentu seperti klorin dan fluorida. Pada beberapa jenis tanaman hias, zat-zat ini justru dapat menimbulkan gangguan, seperti daun menguning, tepi daun mengering, hingga tampilan tanaman yang tampak kusam dan tidak segar.
Meski air keran tidak langsung menyebabkan tanaman mati dan masih bisa digunakan jika tidak ada pilihan lain, ada beberapa jenis tanaman hias yang sebaiknya tidak disiram menggunakan air keran. Berikut daftarnya, dirangkum Liputan6.com dari laman marthastewart, Senin (26/1/2026).
Alasan Air Keran Bisa Berdampak Buruk bagi Tanaman Hias
Air keran di wilayah perkotaan umumnya mengandung klorin atau kloramin, yaitu senyawa yang ditambahkan untuk membunuh bakteri dan menjaga kualitas air minum. Sayangnya, zat ini dapat merusak jaringan akar dan daun tanaman, memicu kekeringan, serta membuat ujung daun berubah kecokelatan. Perlu diketahui, mendiamkan air keran semalaman hanya efektif menghilangkan klorin, tetapi tidak menghilangkan kloramin yang sifatnya lebih stabil dan tidak mudah menguap.
Selain itu, banyak air kota juga mengandung fluorida. Jika digunakan terus-menerus, fluorida dapat menumpuk di dalam tanah dan menghambat penyerapan unsur hara penting oleh akar tanaman. Akumulasi ini juga berpotensi menyebabkan daun terbakar dan kuncup bunga rontok, sehingga mengganggu siklus pertumbuhan alami tanaman.
Tak hanya itu, air keran juga sering membawa mineral dan garam terlarut. Dalam jangka panjang, zat-zat ini dapat menumpuk di media tanam, memicu ketidakseimbangan nutrisi, merusak sistem perakaran, dan membuat tanaman lebih rentan terhadap penyakit serta pertumbuhan yang tidak optimal.
Tanaman Hias yang Sensitif Terhadap Air Keran
1. Peace Lily (Spathiphyllum)
Tanaman dengan daun hijau mengilap dan bunga putih ini sangat peka terhadap klorin dan fluorida. Penyiraman dengan air keran sering membuat ujung daunnya mengering dan berubah cokelat. Untuk menjaga tampilannya tetap segar, sebaiknya gunakan air hujan, air suling, atau air reverse osmosis.
2. Calathea
Calathea termasuk tanaman yang sangat sensitif terhadap kandungan fluorida dan klorin. Paparan zat ini bisa membuat tepi dan ujung daun mengering serta berubah warna. Meski klorin bisa menguap jika air didiamkan, fluorida tetap bertahan, sehingga penggunaan air suling, air hujan, atau air RO menjadi pilihan terbaik.
3. Venus Flytrap (Dionaea muscipula)
Tanaman karnivora ini secara alami tumbuh di lingkungan miskin mineral. Kandungan mineral tinggi dalam air keran justru berbahaya bagi pertumbuhannya. Oleh karena itu, Venus Flytrap sebaiknya hanya disiram menggunakan air hujan atau air suling.
4. Dracaena
Beberapa jenis Dracaena, seperti D. marginata dan D. warneckii, sangat tidak cocok dengan klorin, kloramin, dan fluorida. Paparan zat ini dapat menyebabkan bintik cokelat serta ujung daun mengering. Air hujan atau air suling sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatannya.
5. Prayer Plant (Maranta leuconeura)
Tanaman ini memiliki tingkat sensitivitas yang mirip dengan Calathea, terutama terhadap fluorida dalam air keran. Penyiraman dengan air bebas mineral seperti air hujan, air suling, atau air RO akan membantu menjaga pertumbuhan dan keindahan daunnya.
6. Spider Plant (Chlorophytum comosum)
Spider plant juga peka terhadap fluorida. Jika terpapar dalam jangka panjang, ujung daunnya mudah mengering dan berubah cokelat. Penumpukan fluorida dapat mengganggu fotosintesis dan merusak jaringan tanaman. Penggunaan air hujan atau air suling sangat disarankan.
Alternatif Air yang Lebih Aman untuk Tanaman Hias
Untuk menjaga tanaman tetap sehat, ada beberapa pilihan air yang lebih aman dibandingkan air keran:
Air hujan
Air hujan alami, bebas bahan kimia, serta mengandung nitrat alami yang membantu pertumbuhan tanaman.
Air suling
Air yang telah dihilangkan mineral dan zat kimianya, sangat aman untuk tanaman sensitif. Namun karena minim nutrisi, tanaman perlu tambahan pupuk secara berkala.
Air hasil penyaringan
Air keran yang difilter dapat mengurangi kandungan klorin, fluorida, logam berat, dan garam mineral. Filter keran, teko filter, hingga sistem reverse osmosis bisa menjadi solusi praktis di rumah.
Air dari dehumidifier
Air hasil kondensasi dari dehumidifier atau mesin pengering pada dasarnya merupakan air suling alami, sehingga aman, ramah lingkungan, dan ekonomis untuk menyiram tanaman hias.

