Virus Nipah Kembali Merebak di India, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Kematian

Menu Atas

Virus Nipah Kembali Merebak di India, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Kematian

Portal Andalas
Rabu, 28 Januari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Lonjakan kasus virus Nipah yang kembali terjadi di India menyoroti ancaman penyakit menular berisiko tinggi yang dapat berujung pada kematian. Infeksi virus ini umumnya bermula dari keluhan ringan menyerupai flu. Namun, dalam waktu singkat, kondisi dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan berat hingga peradangan otak yang mengancam nyawa. World Health Organization (WHO) mencatat tingkat kematian akibat virus Nipah berada di kisaran 40 hingga 75 persen. Tingginya angka fatalitas ini menjadikan deteksi gejala sejak dini sebagai hal yang sangat penting. Kasus di India tingkatkan kewaspadaan dunia Meningkatnya laporan infeksi virus Nipah di India membuat perhatian global tertuju pada gejala awal penyakit yang kerap luput disadari. Mengacu pada laporan Global Times dan The Independent, sejumlah pasien di India awalnya hanya mengalami keluhan ringan sebelum kondisinya memburuk secara drastis dan membutuhkan perawatan intensif. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menegaskan bahwa keterlambatan mengenali tanda-tanda awal infeksi dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi berat. Gejala virus Nipah yang perlu diwaspadai Berdasarkan informasi Ayo Sehat Kementerian Kesehatan RI, Kamis (5/10/2023), gejala virus Nipah biasanya muncul setelah masa inkubasi sekitar 4 hingga 14 hari. Gejala yang dapat muncul, dari tahap awal hingga lanjut, antara lain: Demam tinggi Sakit kepala Nyeri otot Batuk dan sakit tenggorokan Sesak atau kesulitan bernapas Muntah serta gangguan menelan Rasa kantuk berlebihan dan kebingungan Disorientasi serta perubahan perilaku Kejang Penurunan kesadaran hingga koma akibat radang otak atau ensefalitis Pada tahap awal, gejala virus Nipah sering kali menyerupai flu biasa atau infeksi saluran pernapasan ringan. Dalam sejumlah kasus di India, kondisi pasien dilaporkan memburuk ketika gangguan pernapasan muncul bersamaan dengan gejala yang menyerang sistem saraf. Gangguan pernapasan dan ancaman radang otak Virus Nipah dapat menyerang sistem pernapasan dan berkembang menjadi pneumonia berat. WHO menyebutkan bahwa komplikasi paling berbahaya dari infeksi ini adalah ensefalitis atau peradangan otak. Kombinasi gangguan pernapasan dan keterlibatan sistem saraf membuat virus Nipah memiliki risiko kematian yang sangat tinggi. Mengapa virus Nipah tergolong mematikan? WHO mengklasifikasikan virus Nipah sebagai priority pathogen karena berpotensi menimbulkan wabah besar dengan tingkat kematian yang tinggi. Dalam berbagai kejadian wabah sebelumnya, tingkat fatalitas virus Nipah dilaporkan berkisar antara 40 hingga 75 persen. Peningkatan kasus di India kembali menegaskan bahwa penyakit ini bukan infeksi ringan dan dapat memburuk hanya dalam hitungan hari. Kapan harus segera mencari bantuan medis? Kementerian Kesehatan RI mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam yang disertai gangguan pernapasan atau gejala neurologis. Kewaspadaan perlu ditingkatkan terutama setelah kontak dengan hewan berisiko, seperti kelelawar, atau dengan orang yang menunjukkan gejala serupa. Hingga saat ini, belum tersedia vaksin maupun terapi khusus untuk virus Nipah. Oleh karena itu, mengenali gejala sejak awal menjadi langkah krusial guna mencegah keterlambatan penanganan dan menurunkan risiko kematian.

Baca Juga