Target Ambisius Gandum di Kerinci–Merangin, Pemprov Jambi Masih Tertahan CPCL

Menu Atas

Target Ambisius Gandum di Kerinci–Merangin, Pemprov Jambi Masih Tertahan CPCL

Portal Andalas
Rabu, 14 Januari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Pemerintah Provinsi Jambi menargetkan pengembangan tanaman gandum seluas 200 hektare yang akan dipusatkan di Kabupaten Kerinci dan Merangin. Program ini digagas sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan nasional, sejalan dengan dorongan Kementerian Pertanian yang menempatkan Jambi sebagai salah satu daerah potensial pengembangan komoditas gandum. Meski demikian, hingga Senin (12/1/2026), Pemprov Jambi masih menunggu data Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) dari Kementerian Pertanian. Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Jambi, Rumusdar, menegaskan bahwa keberadaan data tersebut menjadi syarat utama untuk memulai pelaksanaan program di lapangan. Rumusdar menjelaskan, dalam rapat koordinasi pada akhir tahun lalu telah ditetapkan target penanaman gandum seluas 200 hektare. Namun, hingga saat ini data CPCL yang dibutuhkan belum juga diterima. Ia menambahkan, meskipun Kabupaten Kerinci dan Merangin sudah ditetapkan sebagai wilayah pengembangan, penentuan lokasi spesifik serta calon petani, termasuk lahan percontohan atau demonstration plot (demplot), masih menunggu penetapan dari Kementerian Pertanian. Untuk memenuhi target tersebut, dibutuhkan lahan uji coba minimal lima hektare yang rencananya akan dilakukan di kawasan dataran tinggi. Program pengembangan gandum ini tidak hanya difokuskan di Provinsi Jambi, tetapi juga direncanakan berlangsung di sejumlah provinsi lain di Sumatera, seperti Bengkulu, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan. Inisiatif ini dinilai strategis dalam mendukung penguatan ketahanan pangan nasional secara menyeluruh. Di tingkat pusat, Kementerian Pertanian telah menjadikan gandum sebagai salah satu komoditas prioritas nasional. Berdasarkan catatan Mureks, kementerian telah mengidentifikasi gandum sebagai tanaman strategis yang memerlukan pengembangan intensif. Sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dari pengiriman tim ke Yordania dan Brasil untuk mempelajari kesesuaian agroklimat, hingga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, seperti perguruan tinggi, sektor industri, dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), guna mendukung riset serta pengembangan budidaya gandum. Rumusdar pun berharap program ini dapat segera direalisasikan dan memberikan hasil positif. Ia menargetkan pengembangan gandum di Jambi dapat dimulai dengan uji coba lima hektare di dua wilayah tersebut sebagai langkah awal menuju target 200 hektare.

Baca Juga