Portalandalas.com - Pare merupakan tanaman merambat yang mudah dikenali dari cita rasanya yang khas, yaitu pahit. Meski begitu, sayuran ini cukup populer dan kerap diolah menjadi berbagai hidangan, seperti keripik, oseng, hingga tumisan. Di balik rasanya yang ekstrem, pare ternyata menyimpan beragam manfaat kesehatan yang tidak bisa dianggap remeh.
Mengutip Health Line, pare mengandung vitamin C dalam jumlah tinggi. Vitamin ini berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh, membantu pembentukan tulang, serta mempercepat proses penyembuhan luka. Selain itu, pare yang memiliki nama latin Momordica charantia L juga mengandung vitamin A, folat, seng, dan zat besi yang dibutuhkan tubuh.
Tak hanya itu, pare juga menjadi sumber senyawa antioksidan seperti katekin, asam galat, epikatekin, dan asam klorogenat. Kandungan ini membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Ahli diet terdaftar Beth Czerwony dari Cleveland Clinic menyebutkan bahwa pare bukan sekadar bahan makanan dengan rasa unik. Menurutnya, pare merupakan pilihan tepat bagi siapa saja yang ingin mendukung kesehatan dan mencegah penyakit melalui pola makan yang lebih baik.
Berkat kandungan nutrisinya, pare kerap dimanfaatkan sebagai makanan pendukung untuk membantu meredakan sejumlah kondisi kesehatan. Lalu, penyakit apa saja yang dapat dibantu dengan konsumsi pare?
Penyakit yang Bisa Diredakan dengan Konsumsi Pare
Pare dapat memberikan manfaat kesehatan apabila dikonsumsi secara rutin dan dalam porsi yang wajar. Berikut beberapa kondisi yang berpotensi diredakan dengan mengonsumsi pare:
1. Gula darah tinggi
Pare telah lama dikenal sebagai bahan alami yang membantu mengatasi masalah yang berkaitan dengan diabetes. Health Line melaporkan bahwa sejumlah penelitian terbaru mendukung peran pare dalam membantu mengontrol kadar gula darah.
Dalam sebuah studi selama tiga bulan yang melibatkan 24 orang dewasa penderita diabetes, konsumsi 2.000 mg pare per hari terbukti menurunkan kadar gula darah serta hemoglobin A1c. Penelitian lain pada 40 penderita diabetes juga menunjukkan hasil serupa, di mana konsumsi pare selama empat minggu membantu menurunkan kadar gula darah secara signifikan.
Suplemen pare juga diketahui mampu menurunkan kadar fruktosamin, indikator jangka pendek pengendalian gula darah. Pare diduga bekerja dengan meningkatkan pemanfaatan glukosa oleh jaringan tubuh serta merangsang produksi insulin. Meski demikian, penelitian berskala besar masih dibutuhkan untuk memastikan efeknya pada populasi umum.
2. Risiko kanker tertentu
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pare mengandung senyawa dengan potensi antikanker. Studi laboratorium menemukan bahwa ekstrak pare mampu membunuh sel kanker lambung, usus besar, paru-paru, hingga nasofaring.
Penelitian lain pada hewan dan sel uji juga memperlihatkan bahwa ekstrak pare dapat menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker payudara serta memicu kematian sel kanker. Namun, perlu dicatat bahwa penelitian ini menggunakan ekstrak pare dalam dosis tinggi. Efek konsumsi pare dalam jumlah normal pada manusia masih memerlukan kajian lanjutan.
3. Kolesterol tinggi
Kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Beberapa penelitian pada hewan menunjukkan bahwa pare berpotensi menurunkan kadar kolesterol dan mendukung kesehatan jantung.
Dalam sebuah studi pada manusia, pemberian ekstrak pare larut air terbukti menurunkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol “jahat” secara signifikan dibandingkan plasebo. Meski hasilnya menjanjikan, penelitian tambahan masih diperlukan untuk memastikan konsistensinya dalam pola makan sehari-hari.
4. Sembelit
Pare tergolong sayuran rendah kalori namun kaya serat. Dalam 100 gram pare terkandung sekitar 2 gram serat, yang membantu memperlambat proses pencernaan, membuat kenyang lebih lama, serta mengurangi nafsu makan.
Selain itu, pare memiliki efek pencahar ringan yang dapat membantu melancarkan pencernaan dan mengatasi sembelit. Mengganti makanan tinggi kalori dengan pare juga dapat membantu meningkatkan asupan serat sekaligus mendukung program penurunan berat badan.
5. Anemia
Mengonsumsi pare secara rutin juga dapat membantu mencegah dan meredakan anemia akibat kekurangan zat besi. Cleveland Clinic menyebutkan bahwa pare mengandung zat besi yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk hemoglobin.
Tak hanya itu, pare juga kaya akan folat atau vitamin B9, yang berperan penting dalam pembentukan sel darah merah. Kombinasi zat besi dan folat menjadikan pare sebagai pilihan makanan pendukung untuk mengatasi anemia defisiensi zat besi. Agar manfaatnya optimal, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum menjadikannya bagian rutin dari menu harian.

