Portalandalas.com - Kolesterol merupakan zat lemak menyerupai lilin yang diproduksi secara alami oleh hati dan terdapat di dalam darah. Zat ini dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi penting. Namun, kolesterol dapat menjadi masalah serius apabila kadarnya terlalu tinggi dalam aliran darah.
Tingginya kadar kolesterol umumnya dipicu oleh kebiasaan mengonsumsi makanan yang tidak sesuai dengan prinsip pola makan sehat bagi jantung. Dengan menerapkan pola makan yang ramah jantung, Bunda akan lebih banyak mengonsumsi makanan rendah lemak tidak sehat dan kaya akan lemak baik yang bermanfaat bagi tubuh.
3 Jajanan pasar dengan kandungan kolesterol tinggi
Jajanan pasar sering menjadi camilan favorit masyarakat Indonesia saat bersantai. Namun tanpa disadari, beberapa jenis jajanan tradisional ternyata mengandung kadar kolesterol yang cukup tinggi.
Agar lebih bijak dalam memilih camilan, berikut beberapa jajanan pasar yang perlu dibatasi karena kandungan kolesterolnya:
1. Cireng, comro, dan aneka gorengan
Mengutip CNN Indonesia, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Vito Damay menyebutkan bahwa banyak jajanan pasar diolah dengan cara digoreng, seperti risoles, cireng, comro, bakwan, dan sejenisnya.
Menurutnya, proses menggoreng dengan minyak bersuhu sangat panas dapat meningkatkan risiko kesehatan, terutama jika minyak digunakan berulang kali.
“Menggoreng dengan minyak panas dan dicelup dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah, apalagi bila minyaknya dipakai berulang. Sebaiknya makanan seperti ini dihindari,” jelas Damay.
Sementara itu, Healthline juga menyebutkan bahwa makanan gorengan cenderung tinggi kalori dan dapat mengandung lemak trans, yang diketahui meningkatkan risiko penyakit jantung serta berbagai gangguan kesehatan lainnya. Konsumsi gorengan secara berlebihan juga kerap dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular.
2. Kue mangkok
Siapa sangka, kue manis yang satu ini ternyata juga mengandung kolesterol cukup tinggi. Meski diolah dengan cara dikukus dan dianggap lebih sehat dibandingkan gorengan, bukan berarti kue mangkok aman dikonsumsi tanpa batas.
Makanan kukusan umumnya mengandung gula, tepung, dan lemak dalam jumlah cukup besar. Kombinasi bahan tersebut dapat berkontribusi pada peningkatan kadar kolesterol dalam darah jika dikonsumsi berlebihan.
“Mengonsumsi kue mangkok, putu, atau onde-onde secara terlalu sering atau dalam jumlah besar dapat menyebabkan asupan kalori berlebih jika tidak memperhatikan total porsi makan harian,” jelasnya.
3. Minuman manis tradisional
Minuman tradisional manis seperti cendol atau dawet tentu sudah sangat familiar. Meski terasa menyegarkan, terutama saat cuaca panas, minuman ini ternyata juga dapat memicu peningkatan kolesterol.
Selain gula, minuman seperti cendol biasanya mengandung tepung dan santan yang jika dikonsumsi secara berlebihan dapat berdampak buruk pada kadar kolesterol.
“Minuman manis apa pun akan berbahaya jika dikonsumsi berlebihan. Dawet memang nikmat, tapi bukan berarti boleh diminum tanpa batas,” ujarnya.
5 Makanan yang membantu menurunkan kolesterol
Mengutip Harvard Health Publishing, perubahan pola makan terbukti dapat membantu menurunkan kadar kolesterol sekaligus memperbaiki profil lemak dalam darah. Berikut beberapa jenis makanan yang diketahui efektif menurunkan kolesterol jahat (LDL):
1. Oatmeal
Oatmeal kaya akan serat larut yang berperan menurunkan kadar LDL. Serat jenis ini juga terdapat pada kacang merah, kubis, apel, dan pir.
Serat larut membantu menghambat penyerapan kolesterol ke dalam aliran darah. Konsumsi sekitar 5–10 gram serat larut per hari diketahui dapat menurunkan kolesterol LDL secara signifikan.
2. Minyak nabati
Mengganti mentega atau minyak goreng padat dengan minyak nabati cair seperti minyak kanola saat memasak dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.
3. Ikan dan asam lemak omega-3
Ikan berlemak mengandung asam lemak omega-3 yang tinggi, yang bermanfaat menurunkan trigliserida, salah satu jenis lemak dalam darah. Omega-3 juga membantu menurunkan tekanan darah serta mengurangi risiko pembekuan darah.
Bagi penderita penyakit jantung, asam lemak ini bahkan diketahui dapat menurunkan risiko kematian mendadak.
4. Alpukat
Alpukat merupakan sumber lemak tak jenuh tunggal dan nutrisi penting lainnya. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa serat dalam alpukat dapat meningkatkan kolesterol baik (HDL) sekaligus memperbaiki kualitas kolesterol jahat.
Menambahkan dua porsi alpukat per minggu dalam pola makan sehat jantung dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung.
5. Protein whey
Mengutip Mayo Clinic, protein whey yang terdapat dalam produk susu memiliki berbagai manfaat kesehatan. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi protein whey, baik dari makanan maupun suplemen, dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat serta tekanan darah.

