Portalandalas.com - Bangko – Pemerintah Kabupaten Merangin ikut ambil bagian dalam mempromosikan potensi desa wisata yang dimiliki pada perhelatan nasional Hari Desa Nasional 2026. Kegiatan tersebut dipusatkan di Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojongan, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (15/01).
Bupati Merangin H. M. Syukur melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Merangin, Deddi Candra, yang hadir langsung dalam kegiatan yang dibuka oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes-PDT) Yandri Susanto itu, menyampaikan bahwa keindahan wisata alam Merangin tidak kalah menarik dibandingkan daerah lain.
“Karena memiliki keindahan yang tak kalah menarik, potensi wisata alam Merangin perlu terus dipromosikan, termasuk pada ajang Hari Desa Nasional ini. Kami telah membagikan berbagai brosur dan pamflet destinasi wisata alam Merangin kepada para pengunjung,” ungkap Deddi Candra.
Peringatan Hari Desa Nasional 2026 tersebut diisi dengan beragam kegiatan, salah satunya pembukaan Pasar Murah oleh Mendes-PDT yang didampingi Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimun, Wakil Gubernur Jambi H. Abdullah Sani, serta turut dihadiri Kadis PMD Merangin, Deddi Candra.
Selain itu, Mendes-PDT Yandri Susanto juga meresmikan Pameran Produk Unggulan UMKM desa yang digelar di Pasar Kebun Raya Indrokilo, Desa Butuh, Boyolali, Jawa Tengah, pada Rabu pagi, 14 Januari 2026.
“Produk-produk unggulan desa ini memiliki potensi besar untuk mendukung ekosistem penyediaan bahan pokok dalam berbagai program pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih,” ujar Yandri Susanto.
Penunjukan Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Boyolali, sebagai lokasi pusat peringatan Hari Desa Nasional 2026 didasarkan pada perannya sebagai daerah percontohan desa yang telah menunjukkan banyak kemajuan.
“Pameran produk unggulan desa ini diikuti oleh perwakilan desa dari seluruh Indonesia, terutama melalui badan usaha milik desa dan pelaku UMKM. Kegiatan ini menjadi upaya kami memastikan produk-produk desa mampu bersaing di pasar,” jelas Mendes-PDT.
Menurut Yandri Susanto, persaingan yang sehat tersebut akan mendorong pertumbuhan ekonomi desa sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat desa. Ia pun mengajak seluruh elemen desa untuk bersama-sama membangun dan menciptakan keunggulan desa masing-masing.
Ke depan, Kemendes PDT berencana mengintegrasikan produk unggulan desa dengan program pengadaan desa ekspor serta pemanfaatan produk desa untuk mendukung berbagai program pemerintah, seperti MBG dan Koperasi Desa Merah Putih.

