Portalandalas.com - Jajanan tradisional Nusantara seolah tak pernah kehilangan tempat di hati masyarakat. Di tengah maraknya kuliner modern, aneka kue dan kudapan klasik justru kembali naik daun karena menghadirkan nuansa nostalgia, rasa hangat, serta cita rasa asli yang khas. Salah satu keunikan jajanan tradisional Indonesia adalah penggunaan daun pisang sebagai pembungkus, yang bukan hanya berfungsi sebagai kemasan alami, tetapi juga memberi aroma harum dan tampilan autentik khas Indonesia.
Daun pisang memiliki peran lebih dari sekadar pembungkus. Saat dikukus atau dipanggang, aromanya menyatu dengan makanan dan membuat rasanya semakin menggoda. Sejak zaman dahulu, jauh sebelum plastik digunakan secara luas, daun pisang sudah menjadi media pembungkus utama dalam tradisi kuliner masyarakat Indonesia.
Bagi pelaku usaha rumahan, tren bangkitnya jajanan tradisional membuka peluang bisnis yang menjanjikan. Bahan bakunya relatif mudah didapat, cara pembuatannya sederhana, dan modal yang dibutuhkan pun tidak besar. Usaha jajanan berbungkus daun pisang bukan hanya berpotensi menghasilkan keuntungan, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga warisan kuliner lokal. Berikut rangkuman Liputan6.com, Kamis (15/1/2026).
1. Nagasari
Nagasari merupakan jajanan pasar yang sangat populer dan hampir selalu dijumpai di berbagai daerah. Kue ini dibuat dari adonan tepung beras, santan, dan gula, dengan isian pisang di bagian tengah. Proses pembuatannya cukup sederhana karena hanya dikukus, sehingga cocok bagi pemula yang ingin memulai usaha jajanan tradisional.
Keistimewaan nagasari terletak pada aroma daun pisang yang keluar saat proses pengukusan. Meski menggunakan bahan sederhana, cita rasanya tetap lezat. Dari sisi usaha, nagasari tergolong hemat modal karena bahan bakunya murah dan mudah ditemukan. Selain dijual satuan, kue ini juga sering dipesan dalam jumlah besar untuk berbagai acara, sehingga peluang penjualannya cukup stabil.
2. Iwel-iwel
Iwel-iwel memiliki bentuk unik menyerupai segitiga atau piramida. Jajanan ini dibuat dari tepung ketan yang dicampur kelapa parut dan diisi gula merah yang akan meleleh saat dikukus. Rasanya manis legit dengan tekstur kenyal yang khas.
Dalam dunia usaha, iwel-iwel memiliki nilai tradisi yang kuat karena sering hadir dalam acara selamatan atau kenduri. Penjualannya tidak hanya bersifat harian, tetapi juga berbasis pesanan. Dengan tampilan rapi dan balutan daun pisang, iwel-iwel dapat dipasarkan sebagai jajanan tradisional bernilai lebih meski modalnya tetap terjangkau.
3. Gethuk Pisang
Gethuk pisang merupakan jajanan khas Kediri yang terkenal dengan rasa manis berpadu sedikit asam dari proses fermentasi pisang raja nangka. Proses pembuatannya memang memakan waktu lebih lama, tetapi bahan yang digunakan sangat sederhana.
Sebagai produk usaha, gethuk pisang cocok dijadikan menu unggulan karena tidak banyak diproduksi di daerah lain. Dibungkus daun pisang seperti lontong kecil, jajanan ini terlihat sederhana namun memiliki nilai jual tinggi, terutama sebagai oleh-oleh khas atau produk rumahan eksklusif.
4. Lemet Singkong
Lemet singkong dibuat dari singkong parut yang dicampur gula merah dan kelapa, lalu dibungkus daun pisang dan dikukus. Teksturnya lembut dan kenyal dengan rasa manis alami.
Untuk usaha kecil, lemet singkong sangat ramah modal karena bahan utamanya murah dan mudah didapat sepanjang tahun. Proses produksinya pun tidak rumit dan bisa dibuat dalam jumlah banyak sekaligus, cocok dijual di pasar pagi atau dititipkan di warung.
5. Kue Mendut
Kue mendut atau kue bugis terbuat dari tepung ketan, santan, dan sedikit garam, dengan isian gula merah atau unti kelapa. Bentuknya segitiga dan dibungkus daun pisang, sehingga mudah dikenali.
Kelebihan mendut terletak pada perpaduan rasa manis dan gurih yang seimbang. Teksturnya kenyal namun lembut, disukai berbagai kalangan. Kue ini juga fleksibel dijual dalam berbagai ukuran sesuai kebutuhan pasar.
6. Lemper Ayam
Lemper ayam merupakan jajanan gurih dari beras ketan yang dimasak santan dan diisi suwiran ayam berbumbu. Balutan daun pisang memberikan aroma khas yang menggugah selera.
Permintaan lemper cenderung stabil karena sering dijadikan isi snack box atau sajian acara. Meski menggunakan ayam, biaya produksi masih bisa dikontrol, sementara harga jualnya relatif lebih tinggi dibanding jajanan manis.
7. Arem-arem
Arem-arem sering disebut sebagai versi nasi dari lemper. Dibuat dari nasi putih dengan beragam isian seperti ayam, kentang, wortel, atau tempe.
Sebagai ide usaha, arem-arem cocok untuk pasar sarapan karena mengenyangkan dan modalnya lebih rendah. Variasi isian juga membuat produk ini tidak cepat membosankan bagi konsumen.
8. Kue Timphan
Timphan adalah kue khas Aceh berbentuk pipih memanjang dengan isian pisang atau labu. Kulitnya terbuat dari tepung ketan dan dibungkus daun pisang muda.
Dalam dunia usaha, timphan memiliki keunikan tersendiri karena tidak semua daerah mengenalnya. Hal ini bisa menjadi nilai jual, terutama bagi pasar pecinta kuliner tradisional khas daerah.
9. Bugis Ketan
Bugis ketan berisi unti kelapa manis dan dibentuk kerucut mengikuti lipatan daun pisang. Teksturnya kenyal dengan rasa legit yang khas.
Kue ini banyak dicari untuk acara adat dan hajatan. Dengan bahan sederhana dan proses kukus, bugis ketan dapat diproduksi dalam jumlah besar dengan modal relatif kecil.
10. Barongko
Barongko adalah kue khas Bugis-Makassar yang terbuat dari pisang, telur, santan, dan gula. Teksturnya sangat lembut, menyerupai puding tradisional.
Dengan kemasan rapi dan aroma daun pisang yang khas, barongko bisa diposisikan sebagai jajanan premium rumahan dengan harga jual lebih tinggi.
11. Bacang
Bacang dibuat dari beras ketan dengan isian daging dan jamur berbumbu gurih. Meski identik dengan perayaan tertentu, bacang tetap diminati sebagai makanan berat.
Untuk usaha kecil, bacang bisa dijual secara terbatas namun konsisten karena sifatnya yang mengenyangkan dan bernilai jual lebih tinggi.
12. Tape Ketan
Tape ketan dihasilkan dari fermentasi ketan dan ragi, menghasilkan rasa manis-asam yang khas. Daun pisang sebagai pembungkus menambah aroma alami.
Dari sisi bisnis, tape ketan cukup menguntungkan karena bahan bakunya murah dan bisa dijual dalam porsi kecil atau kemasan sederhana.
13. Lalampa
Lalampa mirip lemper, namun berisi ikan tongkol berbumbu dan biasanya dipanggang. Proses pemanggangan membuat aromanya semakin menggoda.
Jajanan ini cocok dijual pada sore hingga malam hari. Rasa gurih dan aroma bakaran membuat lalampa cepat diminati pembeli.
14. Kue Mata Roda
Kue mata roda atau putri noong memiliki ciri khas irisan pisang di tengah adonan. Saat dipotong, tampilannya menyerupai mata.
Keunikan visual menjadi daya tarik utama kue ini. Dibungkus daun pisang, tampilannya klasik namun tetap menarik bagi konsumen.
15. Otak-otak Daun Pisang
Otak-otak daun pisang dibuat dari adonan ikan berbumbu yang dibungkus daun pisang lalu dikukus atau dipanggang. Aroma daun pisang membuat rasanya semakin nikmat.
Sebagai produk usaha, otak-otak sangat fleksibel dan memiliki pasar luas. Cocok dijual per bungkus atau dalam paket, terutama sebagai jajanan sore dan malam hari.

